Senin, 03 Juni 2013

Siapa Sih Gue?

Haloo pemirsa dimanapun anda berada, untuk kali ini gue mau menungkap jati diri gue..... Ha Ha Ha Ha *versi pahlawan bertopeng*. Sebenernya lagi iseng-iseng buka laci nyari makalah ehh nemu beginian. Jika diperhatikan sih pada foto itu biasa aja hanya tumpukan kertas tidak penting. Tapi bagi gue itu penting, dan sangat penting....yah bisa disamakan dengan makananan. Mungkin anda bertanya *klo yang ga mau nanya juga gpp* Apaan sih tuh? Ga jelas deh lo?

Ini tuh jati diri gue yang diungkapkan oleh teman-teman SMA gue yang sepertinya sih agak baik *jangan maksa*. Bisa dibilang ini kado terakhir gue waktu SMA setelah Ilmu, dan pengalaman yang telah mereka beri *hormat ke bendera*. Tiap anak kelas sih punya masing-masing, tapi ga tau kayaknya sih punya mereka udah pada terbangkalai. Beruntung didalam diri gue ada sifat melindungi #savepapper jadi kenangan gue masih aman :p

Masuk ke intinya aja, tulisan apa sih yang ada disitu, nama Muhammad Illham dan satu kata yang tergambar buat gue saat itu adalah cool, kocak, unik, cute, lucu, baik, gaul, dan pendiem. Sorry kata-kata yang tidak senonok gue ga pasang *ahayde*. Is The Best Moment Ever :)

Sekian Wassalam....

Minggu, 02 Juni 2013

Pancasila Dasar Negara

Isi Pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 berbunyi:

Saudara-saudara!
Dasar-dasar Negara telah saya usulkan, Lima bilangannya. Inikah Panca Dharma?
Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedangkan kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai panca indera. Apa lagi yang lima bilangannya? (Seorang yang hadir: Pendawa Lima). Pandawa pun lima orangnya. Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahtraan dan ketuhanan, lima pula bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita, ahli bahasa-namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi......(tepuk tangan hadirin riuh rendah)......Maka dari itu, jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu, menjadi realitiet, yakni jikalau ingin hidup menjadi satu bangsa, satu nationalitiet, yang merdeka, ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka, yang penuh dengan perikemanusiaan, ingin hidup di atas dasar permusyawaratan, ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid, ingin hidup dengan sejahtera dan aman, dengan Ketuhanan yang luas dan sempurna, - syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan dan sekali lagi perjuangan. Jangan mengira bahwa dengan berdirinya negara Indonesia Merdeka itu perjuangan kita telah berakhir. Tidak! bahkan saya berkata: Di dalam Indonesia Merdeka itu perjuangan kita harus berjalan terus, hanya lain sifatnya dengan perjuangan sekarang, lain coraknya. Nanti kita, bersama-sama, sebagai bangsa yang bersatu-padu, berjuang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Pancasila.

Postingan ini untuk memperingati titik awal lahirnya Pancasila. Semoga Bangsa Indonesia dapat mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia dan bukan mensejahterakan segelintir rakyat saja. Sumber dari Rushdy Hoesein dalam makalahnya pada Seminar Pancasila.

Sabtu, 11 Mei 2013

Puisi Turki

Di pancuran mereka tidak lagi berwudhu
Di masjid mereka tidak lagi menunaikan shalat
Tempat-tempat yang dulu pernah makmur sekarang gersang
Bangsa Austria telah merebut Buda kita yang indah.

Senin, 06 Mei 2013

Contoh Book Review

Judul Buku             : Apa Yang Salah?
Pengarang/ Penulis  : Bernard Lewis
Penerbit                   : PT. Ina Publikatama
Kota Terbit              : Jakarta
Tahun Terbit           : 2004
Tebal Buku             : 210 hal + vii
Indeks                     : Tidak Ada
Daftar Pustaka        : Tidak Ada
Transliterasi dari     : (Buku Asli) What Went Wrong?: Western Impact and Middle East Response
Biodata Penulis       : Tidak Ada
Kata Pengantar       : Ada
ISBN                      : Ada

  • Isi Buku Secara Umum
Apa Yang Salah? Merupakan buku mengenai sebab-sebab runtuhnya khilafah dan kemunduran umat Islam. Dalam bab awal yaitu pelajaran dari medan perang berisi mengenai kronologi poin-poin kesepakatan militer, dan dilakukannya perundingan damai antara Kanselir Austria dan Perdana menteri Utsmaniyah secara khusus dan rahasia. Ini merupakan awal pukulan telak bagi kekhalifahan Utsmaniyah, hal itu yang melatarbelakangi lepasnya sejumlah wilayah kekhalifahan di Eropa. Untuk itu kekhalifahan Utsmaniyah mengambil langkah dalam mengatasi ancaman-ancaman baru. Dan ini merupakan modernisasi pertama dalam pendidikan pada zaman Dinasti Utsmaniyah di Turki, yaitu dengan adanya dua perubahan dasar (1) menerima tenaga pengajar serta sekutu non-muslim (2) Rezim Utsmaniyah dalam mengatasi perang melawan pihak non-muslim.
Disaat kekhalifahan Utsmaniyah sedang membangun pondasi-pondasi pemerintahan untuk menekan kekuatan militer, ekonomi, dan politik. Bangsa Eropa masuk ke wilayah muslim dan secara umum mereka dapat dengan leluasa melakukan berbagai kegiatan perdagangan. Namun, hal yang sebaliknya terjadi pada bangsa Timur Tengah yang belum terbiasa masuk ke wilayah Barat. Barang-barang peralatan yang dijajakan Barat pun diterima oleh masyarakat Timur Tengah dengan alasan praktis.
Pada abad XIX dan awal abad XX bangsa Eropa telah mengambil alih persediaan air dan gas alam di kota-kota di Timur Tengah. Dan ini yang melatarbelakangi pemerintahan Utsmaniyah untuk mempercepat proses modernisasi tiga pengembangan besar dalam bidang telekomunikasi yaitu Pencetakan, Penerjemahan, dan Surat Kabar. Hambatan sosial dan budaya bangsa Eropa, membuat pemerintahan Utsmaniyah mencari tahu apa yang unik dan beda dari Eropa, dan kemudian mengidentifikasi sumber keunggulan Barat. Kemudian mereka mencoba mengadopsi, mengubah, atau meniru bulat-bulat cara yang bangsa Barat gunakan.
Islam dikatakan adalah agama yang egaliter. Dari masa-masa awal hingga zaman modern ada kecenderungan yang terus berulang dalam daulah Islam yaitu munculnya kalangan aristokrat. Walau pun paham egaliter yang murni telah diubah dan ditambah, paham tersebut masih diyakini cukup kuat sehingga dapat mencegah munculnya kasta atau kalangan aristokrat. Sekitar adab XIX paham egaliter sepertinya terbatasi, penghapusan devshirme Utsmaniyah yakni pajak anak laki-laki Kristen yang bekerja untuk Yeniceri.
Sekulerisme dalam Islam. Sekulerisme dalam pengertian politik modern yaitu paham agama dan politik adalah berbeda, dan dapat atau harus dipisahkan. Keyakinan agama tersebut memberikan simbol identitas dan loyalitas kelompok yang jelas. Dalam sudut pandang Muslim radikal dan militan, ada berbagai musuh. Musuh itu bisa Yahudi atau Zionis, Kristen atau Misionaris, penjajah Barat atau Rusia, dan Komunis lainnya. Namun musuh utama paling dekat dan harus segera diperangi adalah kalangan sekuler dari golongan mereka sendiri, yaitu mereka yang berupaya untuk memperlemah dasar negara Islam.
Faktor-faktor penyebab kemunduran umat Islam dari Eropa yaitu Tertinggalnya ilmu pengetahuan masyarakat Muslim dengan bangsa Barat, Optimisme bangsa Eropa dalam melepaskan wilayah kekhalifahan, Lepasnya wilayah-wilayah kekhalifahan, Korup dalam tubuh pemerintahan Utsmaniyah, Kurang terorganisirnya bantuan pemerintahan Utsmaniyah terhadap wilyah-wilayah kekhalifahan, Munculnya aliansi bangsa Eropa, dan Mulai masuknya aspek budaya barat ke wilayah Timur Tengah.

  • Evaluasi Buku
Hasil dari review mengenai buku yang berjudul Apa Yang Salah? Yang di tulis oleh Bernard Lewis, menurut saya sangat baik. Dari segi penampilan cover sederhana, dan judul sangat unik dan membuat pembaca ingin lebih tau isi dalam buku tersebut. Dan identitas buku lengkap ada nama penulis, penerbit, dan jumlah halaman. Namun yang disayangkan tidak dicantumkan daftar pustaka, dan biografi penulis mungkin ini salah satu kekurangan buku ini.
Dari segi gaya bahasa buku ini cukup baik untuk dipahami, untuk saya masih ada kata ilmiah yang sulit saya mengerti dan beberapa dicetak miring dalam buku. Dan pada bab 6 mengenai waktu, ruang, dan modernitas saya masih belum mengerti maksud penulis atau apa yang ingin disampaikan. Namun secara keseluruhan buku ini sangat baik.

  • Kesimpulan
Dalam buku Apa Yang Salah? Karangan Bernard Lewis menurut saya sangat baik dan bisa untuk menjadi dasar pembelajaran, serta salah satu buku pedoman mengenai Islam Timur Tengah. Meskipun dalam buku ini penulis menggambarkan Islam yang menurut saya lebih ke arah negatif. Seperti anggapan penyebutan masyarakat diluar Islam, dan Penaklukan atas Islam. Selebihnya berisi mengenai informasi yang sangat penting yaitu titik awal masyarakat madani, sekulerisme yang melatarbelakangi Islam nasionalis dll.
Manfaat buku ini bagi pembaca menurut saya untuk lebih menambah pemahaman pembaca dalam mengkaji Islam Timur Tengah khususnya masa kekhalifahan Utsmaniyah. Serta sebagai bentuk pembelajaran dasar mengenai Islam Timur Tengah. Kelebihan buku ini bahasanya mudah di mengerti apalagi sudah di alih bahasa kedalam bahasa Indonesia. Kekurangannya mungkin tidak adanya indeks, dan mengenai beberapa tahun belum terperinci.
Kelebihan dan kekurangan adalah wajar dalam buku. Buku Apa Yang Salah? Ini tergolong baik menurut review yang saya lakukan.(Arsip Muhammad Illham).

Jumat, 26 April 2013

Gendut itu Anugerah :)

Ini sesuatu yang sulit banget buat gue, sebenernya gue sadar ini adalah bukan cita-cita gue yang terpendam, dan gue menyadarinya sejak dari SMP. Jikalau kita memikirkannya secara berulang-ulang mungkin terbenak dalam fikiran kita, bahwa makan itu kebutuhan dan manusia butuh makan. Dan itu yang gue rasakan coba lo cium aroma makanan atau jajanan-jajanan kaki lima....... aihh gila breeds aroma'a itu looh menyetuh banget...sumpah menyentuh banget sampai ke perut. Apalagi wangi bubur ayam aih sampe abang-abangnya gue pengen telen, kalau makanan olahan ayam jangan ditanya beeeh juara'a breeds. Tapi tetep aroma paling juara adalah pecel gila sampai ga terfikir dalam benak gue tuh tukang pecel gimana bikin'a. Tapi yang amat-amat disayangkan gue ga doyan itu semua, dan itu yang membuat gue amat sedih...dan hampa, hening, emosi, tertekan dengan itu semua *sorry berlebihan*. Coba lo fikir itu makanan seakan memanggil gue, tapi gue seakan mendapat bisikan "jangan Lam mereka itu Alay" *sorry ngaco*.

Tapi meskipun gue ga suka makanan itu dan banyak makanan lainnya, tapi tetep gue seorang yang optimis, pemberani, gagah, kuat, laki banget, dan berkerinngat *alah ngaco lagi*. Gue selalu bertumpu pada makanan-makanan yang gue suka dan itu bertujuan semata-mata memenuhi cita-cita gue yang terpendem yaitu menjadi orang gendut. Kalau di fikir-fikir orang gendut itu banyak keistimewaan. Dan kalau lo mau tau yang memahami itu semua adalah gue (orang kurus) *maaf diperjelas*.

Keuntungan orang gendut itu banyak, bahkan melimpah lebih melimpah dibandingkan hasil bumi indonesia. Orang gendut ga perlu banyak beraktifitas, ga percaya coba lo masuk kelas olahraga apa yang dilakuin tenaga pengajar buat mereka....orang gendut diperlakukan istimewa, kita full olahraga nah orang gendut setengah bahkan seperempat porsi olahraga gue. Itu disatu sisi coba disisi lain orang gendut enak apalagi yang suka ngemil dan nyoba terjun kedalam makanan ekstrim....mereka pergi mencicipi jajanan kuliner breeds dan itu yang membuat gue amat tertekan. Apa mereka ga mikirin gimana perasaan gue HAAAH? (sorry curhat). Dan itulah kenapa sebabnya gue ga suka kuliner, dan yang paling nyesek lagi kalau temen lo nanya soal makanan.....aih mereka ga punya perasaan apa!!! nanya makanan ke orang kurus maaf... ke gue yang ga suka makanan-makanan tertentu. Mereka ga punya toleransi dalam menyatakan pernyataan.

Dan terakhir gue pengen bilang buat para genduters dimanapun kalian berada, jangan minder dan jangan ragu kalian ga sendiri kok!. Satu lagi tolong ya kalo ngadu body sama orang kurus tenaga'a dikurangi dikit, gue mengatakan karena gue mengalami kok....dan itu lumayan terasa. THE END

Minggu, 14 April 2013

Kembali ke Laptop !!!

Ini sebuah postingan sangat tidak penting, ini adalah awal kembali gue berkarya dengan jari-jemari gue dan kuku-kuku gue yang indah lebay. cukup basa-basinya. Gue bingung mau posting apa karena gue udah bertekad dari dalam diri gue, bahwa gue gak mau curhat di blog. Dan gue paling gak anti dan mengharamkan curcol di blog.

Okey karena keadaan yang mendesak dan seakan diri gue yang sok sibuk . . .dan fans-fans gue yang selalu mendukung dibelakang gue. *sumpah ngarang bebas lo Lam* . Sedikit info Lam adalah panggilan akrab gue bagi orang-orang sekitar. Kita mulai Ganbatte. . . .

Tau Gak Sih? kayanya pernah denger. Minggu ini minggu dimana gue sangat akrab dengan seonggok, sehelai, dan sebuah. *baku banget kata2 lo!!*  Buku dan Tugas, sebenarnya gue ga pernah inget tahun atau tepatnya waktu pertama gue ketemu dua sosok onggok-onggok ini.

Jujur perasaan gue ketemu Buku dan Tugas itu GAK seneng banget!!!. Dia onggok-onggok baik dan dari keluarga baik-baik *ngaco*. Bukti keakraban gue adalah selalu ngobrol dengan mereka berdua sampai pagi, dan itu tiap mereka diserahkan kepada gue. Hingga Tugas itu selesai *camkan itu*. Itu mengenai tugas. Beda kalo Buku hmm... mungkin gue beranggapan dari dalam diri gue bahwa bukan orang sejarah kalo gak tidur waktu dosen menerangkan tentang pembahasan sejarah. Untung gue orangnya tau etika dan sangat menghargai seseorang saat bicara *prok prok*. Tapi gue menyimpan rasa ngantuk yang tak tertahankan itu diluar jam pelajaran. Seperti ini:


kalo gue masih normal yaakan, coba liat temen-temen gue yang abnormal....


sumpah nih orang nikmat banget, bangku berasa kasur mewah kali ya . . .



kalo yang ini nama disamarkan ya pemirsa hahaha, owh iya ada lagi nih...


Presiden HMJ 2013/2014 gila cool kan

Sumpah gue suka banget bagian awalnya whahhahah *ngakak guling-bantal dsb*. Owh iya sebelum gue menutup sesi ini gue cuma mau bilang maaf tidak menghubungi pihak-pihak terkait. Sorry Braay gue ga HILAP sumpah gue ga HILAP . . . maafin aku ya men-temen. This Best Special Moment.

Kamis, 17 Januari 2013

kenapa?

Entah mengawali dari mana tapi kehidupan itu aneh, kenapa ya? apakah kehidupan itu menarik tapi masih banyak orang yang mencari kemenarikan dalam hidup yang jauh dari faktor positif. Apa menarik itu salah...
terus kalau sebenarnya kesalahan itu benar, bagaimana menjawab segala sesuatu yang ada disekitar kita apa itu pagi? kenapa ada malam? dan kenapa makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan itu bisa kita sebut pohon, apakah pohon itu tidak bisa diganti dengan kata sendal atau mobil. Terus kenapa uap air yang terkumpul di langit kita sebut awan?. Kehidupan itu banyak tanda tanya besar, siapa yang mengawali dan siapa yang akan mengakhiri? kenapa kalau kehidupan itu sesuatu makna yang indah, suatu hari kehidupan akan mematikan kita? kenapa mereka mencipta kalau pada akhirnya kita akan berbaring ditanah. Sebenernya.... kehidupan itu enak kalau kita jalanin, seperti makan coklat punya ade' yang tinggal cuma 1 batang, coklatnya dapet nangisnya juga dapet. Haa...hh kenapa harus ada sifat kalau seseorang bisa menghibur dan bisa diupah dengan senyuman, kenapa kalau seseorang yang emosional akan dijauhi. Sebenarnya tidak ada yang salah dari dalam diri kita karena tergantung seseorang yang ada disekitar kita yang bisa merasakan dampaknya. Kenapa menilai orang kalau tersenyum itu suka? dan kalau cemberut itu kesal?. Terlepas itu semua sebenarnya kehidupan itu asyik, karena impian bisa jadi kenyataan... kita selalu ingin jadi dokter kalau keinginan kuat apa coba yang tidak bisa? kalau kita mau pergi ke suatu tempat pasti bisa, kalau mau beli barang pasti terkabul. Kenapa kehidupan itu sangat monoton? kenapa kita harus bekerja siang malam hanya untuk mencari materi.... sebenarnya kalau dipikir-pikir kehidupan kita yang seperti itu sama saja kaya binatang yang cuma tau kehidupan itu untuk mencari makanan, lupa makna kehidupan itu apa?. Kehidupan yang nikmat tuh kalau lagi santai ngeliat awan ditemani sama angin dan kicauan burung yang menyambut hari-hari. "Sebenarnya segala sesuatu yang baik datangnya dari pencipta dan yang buruk adalah dari kita".